Senin, 08 Maret 2010

Demo Mahasiswa Berujung Bentrok dengan Warga

Liputan6.com, Makassar: Unjuk rasa mahasiswa Universitas Negeri Makassar (UNM), Jumat (5/3) berakhir ricuh. Mahasiswa terlibat bentrok dengan warga serta polisi. Kekesalan warga dipicu tindakan mahasiswa yang menutup Jalan AP Pettarani sehingga lalu lintas macet total. Perang mulut pun disusul perang batu.

Mahasiswa yang marah lalu dengan brutal merusak sebuah mobil patroli milik Polsekta Rappocini yang diparkir di halaman kampus UNM. Tak puas hanya mobil, mahasiswa lalu merusak sejumlah fasilitas umum. Rambu-rambu jalan dan lampu lalu lintas pun jadi sasaran kemarahan mahasiswa.


Untuk menghentikan aksi anarkis mahasiswa, polisi melepaskan tembakan ke udara dan tembakan gas air mata. Polisi lalu mengejar para mahasiswa dan berhasil menerobos masuk ke areal kampus UNM [baca: Mahasiswa Kembali Bentrok dengan Polisi]

Kapolda Sulsel Irjen Adang Rochyana juga mendatangi kampus guna berdialog dengan pimpinan kampus untuk menghentikan bentrok. Namun belum diketahui hasil dialog tersebut. Hingga berita ini disusun, suasana di sekitar kampus UNM masih mencekam.

Rangkaian kekerasan oleh mahasiswa dipicu perusakan Sekretariat Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang Makassar oleh oknum polisi dari Resmob Polda Sulsel pada Rabu malam. Menyusul perusakan, mahasiswa membalas dengan merusak sejumlah fasilitas umum, termasuk sebuah pos polisi. Kerusuhan makin melebar karena juga melibatkan warga yang marah karena terganggu oleh ulah mahasiswa [baca: Warga Serang Pengunjuk Rasa Anarkis].

Menurut Kapolda, empat polisi yang menyerbu dan merusak Sekretariat HMI sudah ditahan dan diperiksa. Belum bisa dipastikan kapan kerusuhan di Makassar ini akan reda.(TES/AYB)

0 komentar:

Posting Komentar